fbpx

Wali Kota Probolinggo Membuka Sosialisasi Imunisasi Campak dan Rubella

Wali Kota Probolinggo membuka Sosialisasi Imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Posyandu Kenanga RW. 04 Kel. Kebonsari Wetan. Sebanyak 110 anak yang berusia 9 bulan mendapatkan Imunisasi Measles dan Rubella (MR) pada hari Senin (18/9).

 

                                                                      Ekspresi salah satu balita yang diimunisasi (foto)

Supaya antisipasi penyakit Campak dan Rubella atau biasa dikenal dengan Measles Rubella (MR). Pemkot Probolinggo melakukan pencegahan dengan menggelar imunisasi Campak dan Rubella.

“Pemberian vaksin MR bagi anak atau pelajar dilaksanakan di sekolah-sekolah, mulai PAUD, SD, SMP atau sederajat pada bulan Agustus lalu, sedangkan bagi balita akan diberikan mulai bulan September di Posyandu atau Puskesmas,” Kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Probolinggo Joesminingsih di Probolinggo, Senin.

Ia mengatakan  Campak dan Rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella, sehingga anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah diimunisasi campak dan rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit itu beresiko tertular.

“Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayii yang di lahirkan,”Tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia, “Pemerintah Kota Probolinggo dalam hal ini Dinas kesehatan akan melakukan kegiatan imunisasi MR dengan menyasar sebanyak 59.533 anak yang akan diimunisasi mulai bulan Agustus sampai dengan bulan September 2017.”

“Tenaga pelaksana kegiatan imunisasi MR secara serentak 136 orang terdiri dari dokter dan perawat, dan akan ada supervise sebanyak 37 orang,” katanya. Menurutnya target sasaran imunisasi Campak dan Rubella di Kota Probolinggo yakni minimal 95 persen dari balita yang terdata. Sasaran imunisasi MR menyasar pada anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun.

Wali Kota Probolinggo Hj. Rukmini SH, MSi dalam sambutannya menghimbau kepada para kader agar masyarakat yang tidak aktif di Posyandu supaya dikunjungi ke rumahnya. Kunjungan tersebut tidak hanya untuk mensosialisasikan campak dan rubella, akan tetapi juga berharap agar orang tua bayi mengantarkan anaknya ke Puskesmas untuk imunisasi.

Dalam sosialisasi para kader kepada masyarakat, ibu Wali Kota mengharap capaiannya sampai 100% dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya 70%. Wali Kota menginginkan dari jumlah 1.900 kader yang ada supaya diadakan pelatihan tentang penekanan pemahaman posyandu, agar para kader tersebut bisa menjalankan tugasnya dengan baik. (USHD/NSM/MI)